Beranda Cirebon Golkar Kabupaten Cirebon Buka Peluang Koalisi dengan PDIP

Golkar Kabupaten Cirebon Buka Peluang Koalisi dengan PDIP

BAGIKAN

Cirebontrust.com – DPD Golkar Kabupaten Cirebon membuka peluang untuk berkoalisi dengan PDIP Kabupaten Cirebon pada pilkada 2018 mendatang. Konstalasi politik di pusat, serta pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu sedikit memengaruhi koalisi partai sampai ke daerah.

Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Agung Laksono mengatakan koalisi dengan PDIP mungkin saja terjalin di Kabupaten Cirebon. Meskipun membuka peluang berkoalisi dengan PDIP, namun Golkar juga tidak menutup berkoalisi dengan partai lain.

“Politik itu dinamis. Golkar mau tidak mau harus berkoalisi termasuk dengan PDIP mungkin saja, tapi dengan partai lain juga terbuka,” kata Agung Laksono seusao buka bersama dengan kader Golkar di kantor DPD Golkar, Minggu (18/06).

Agung menambahkan, dirinya tidak ingin terlalu ikut campur dalam pilkada 2018 di Kabupaten Cirebon. Agung menyerahkan sepenuhnya kepada ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon, yang juga anak nya, Dave Laksono untuk melakukan manuver politik.

“Saya serahka Pilkada Kabupaten Cirebon kepada Dave,” katanya

Agung juga mengatakan di partai Golkar akan melakukan survei untuk menentukan bakal calon yang akan diusung. Nantinya hasil survei tersebut akan diserahkan kepada DPP Golkar.

“Harus ada survei, Juli paling lambat harus selesai. Nama yang popularitasnya dan elektabilitasnya tinggi akan dibawa ke DPP. Nanti nama yang keluar itu berdasarkan dari survei,” kata Agung.

Sementara itu, ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon, Dave Laksono mengatakan nama yang akan diusung oleh partai Golkar harus mempunyai peluang besar untuk menang.

“Golkar tidak mau gegabah untuk mengusung calon. Entah itu saya atau siapapun nanti dilihat dari hasil survei,” kata Dave.

Mengenai koalisi, Dave tidak jauh berbeda dengan Agung Laksono. Koalisi dengan PDIP bisa terjadi di Kabupaten Cirebon.

BACA Juga:
Imbas Kasus Bayi Meninggal Dirut RS Mitra Plumbon Dipecat

“Mungkin saja walaupun koalisi partai disesuaikan dengan kondisi di daerah itu, tidak selalu sama,” imbuh Dave. (Iskandar/Kir Raharja)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here