Beranda Kesehatan Jangan Habiskan Masa Muda dengan Perbanyak Pikiran Negatif

Jangan Habiskan Masa Muda dengan Perbanyak Pikiran Negatif

BAGIKAN
Jangan Siakan Masa Muda dengan Perbanyak Pikiran Negatif

Foto: shutterstock

Cirebontrust.com – Stres memang hal yang wajar dan biasa dialami oleh siapa pun. Tekanan hidup yang semakin sulit dan menghimpit menjadikan orang kerap berpikir negatif dan menyalahkan diri sendiri. Akibatnya, kondisi kesehatan menjadi menurun dan konsentrasi pun buyar.

Berbicara memang semudah membuka mulut, tetapi yang perlu disadari adalah jangan terlalu larut hingga akal sehat hilang dari kepala Anda. Sebagaimana dijelaskan Feel Good Kompas.com, Selasa (13/6/2017), mulailah menyingkirkan pikiran negatif dari hidup kita. Seperti:

1. Permusuhan

Memaafkan orang yang kita anggap mengganggu hidup kita memang tidak mudah. Dorongan untuk membalas perbuatan mereka pasti besar dan kita pun akan merasa puas. Menjauhi sikap bermusuhan dan memaafkan ternyata bukan hanya membuat hati lebih damai, namun juga membuat kita awet muda.

2. Sinisme

Membiarkan sikap sinisme tumbuh dalam diri merupakan bibit dari permusuhan. Sering ragu dan mencurigai motif seseorang, bersikap skeptis terhadap gagasan baru, merupakan penghambat kita untuk maju.

Selain itu, menurut sebuah studi, pria yang sinis juga beresiko serangan jantung dan stroke lebih tinggi, terutama jika sikap sinisme itu dikombinasi dengan sikap permusuhan.

Mereka yang memiliki permusuhan serta sinisme beresiko depresi dan memiliki penyakit kardiovaskular, sistem metabolisme, dan meninggal di usia muda.

3. Pesimis

Mengharapkan hal-hal buruk terjadi berdampak negatif untuk kesehatan Anda. Dalam penelitian tahun 2014, peneliti mengukur hubungan pesimis dan ukuran telomer pada 490 pria. Hasilnya, semakin pria pesimis, maka semakin pendek pula ukuran telomer dalam selnya. Makin pendek telomer, makin besar pula risikonya menderita penyakit jantung.

4. Sulit “move on”

Bila Anda mencoba mengikat pikiran dari pengalaman yang menyakitkan, itu adalah refleksi dan tak bermasalah. Namun, bila Anda terus-menerus mengulang dan situasi itu terjadi hingga belasan tahun, dampaknya adalah kecemasan.

BACA Juga:
Mendekati Peringatan HUT RI ke 72 Penjual Bendera Bermunculan

Pikiran pada peristiwa menyedihkan dan sulit memaafkan akan meningkatkan hormon stres dan denyut jantung meningkat.

5. Dendam

Kunci dari menghindari rasa dendam adalah belajar memaafkan. Evaluasi apakah manfaat yang akan Anda dapat dari memuaskan rasa dendam karena seringkali hanya akan menambah panjang rasa permusuhan. (SW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here