Beranda Budaya Kopi dan Kesadaran Gerakan Kultural (1)

Kopi dan Kesadaran Gerakan Kultural (1)

BAGIKAN
Kopi dan Kesadaran Gerakan Kultural (1)
Foto: kopijavapreanger

Oleh Nia Nuro

International Coffee Organization (ICO) melansir, tren konsumsi kopi dunia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2015 Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Meningkatnya tren konsumsi kopi tidak lepas dari pasar global yang semakin terbuka dan arus transformasi yang kian melesat. Situasi ini menumbuhkan harapan sekaligus tantangan yang semakin kompleks. Kajian yang dilakukan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementrian RI menunjukkan, tren peningkatan konsumsi kopi di Indonesia dari 2010 sampai 2014 menembus angka 14 persen.

Data lain memperlihatkan terjadi fluktuasi jumlah produksi kopi nasional, pada 2011 (638.646 ton), 2012 (691.163 ton), 2013 (675.881) ton, 2014 (643.857) ton, 2015 (664.460) ton, 2016 (667.655) ton. Jika fakta stagnan ini tidak diatasi secara komprehensif, bukan tidak mungkin penurunan akan terjadi ditahun-tahun berikutnya secara drastis. Indonesia yang semula menjadi salah satu negara eksportir kopi terbesar dapat saja berubah menjadi kebalikannya.

Di lain pihak, kabar mencengangkan datang dari Brazil. Tidak seperti ekspektasi yang terbaca di permukaan, Brazil ternyata sedang terperosok dalam resesi terpanjang sejak 1930-an. IMF memperkirakan, pertumbuhan ekonomi negeri Samba itu akan terhambat tahun depan. Sumber pendapatan di negri itu menyusut 3,8 persen pada 2015. Meski Brazil memiliki perusahaan-perusahaan kopi terbesar di dunia, sistem kapitalistik yang semakin mengakar telah menggerogoti perekonomian Brazil secara masif.

Lalu, bagaimana dengan situasi kopi di Negeri ini? Indonesia memiliki Lampung yang terkenal dengan kopi Tanggamus, Sumatra Utara dengan kopi Sidikalang, Aceh dengan kopi Gayo, Garut dengan kopi Java Preanger, serta beberapa wilayah lain yang memiliki Kopi dengan citarasa beragam.

BACA Juga:
Simulasi Penanganan Terorisme Digelar Oleh Satuan Sabhara Polres Majalengka

Kopi Kuningan dan Gerakan Kolektif

Selain daerah-daerah yang sudah disebutkan di atas, ternyata Kuningan menyimpan potensi kopi yang tidak bisa diremehkan. Kopi Bodor Cibeureum, misalnya. Secara ekonomis kopi varietas Robusta ini, dalam kurun satu tahun terakhir menjadi komoditas andalan para petani kopi di Cibeureum, Cilimus, Kuningan. Geliat ini juga didukung oleh tumbuhnya keinginan para pecinta kopi untuk berkumpul dan menjadikan kopi sebagai medium pemersatu di kedai-kedai yang tersebar di Kuningan dan sekitarnya.

*) Penulis adalah pegiat sastra di Lingkar Jenar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here