Beranda Nusantara Peradilan Indonesia Darurat Korupsi

Peradilan Indonesia Darurat Korupsi

BAGIKAN
Peradilan Indonesia Darurat Korupsi
Foto: shutterstock

Cirebontrust.com – Banyaknya hakim yang terjerat kasus korupsi membuat coreng wajah peradilan Indonesia. Tidak dapat dimungkiri, masyarakat tidak lagi percaya dengan para penegak hukum lantaran beberapa di antara mereka melakukan praktik korupsi.

Dikatakan Hakim Agung Gayus Lumbuun dikutip dari laman Merdeka.com, Sabtu (9/9/2017), perlu pembenahan yang bersifat represif dengan melakukan evaluasi menyeluruh aparaturnya, termasuk pimpinan-pimpinan dari semua strata peradilan.

Gayus menilai konsep pencegahan melalui pengawasan dan pembinaan sudah tidak efektif lagi diterapkan terhadap aparatur-aparatur peradilan saat ini.

Hakim Agung ini menilai saat ini telah terjadi “tsunami dunia peradilan” sehingga Presiden sebagai Kepala negara diharapkan ikut melakukan pembenahan terhadap seluruh aparatur peradilan dari hakim, panitera, dan pegawai administrasi pengadilan.

Hal itu termasuk pimpinan di semua strata pengadilan dari PN, PT, sampai MA dievaluasi kembali. Yang baik dipertahankan, yang buruk diganti.

Gayus juga menyindir bahwa hanya orang-orang yang punya kepentingan di dalam keadaan dunia peradilan, seperti saat ini yang tidak merasakan bahwa tsunami sedang terjadi di dunia peradilan saat ini.

Hal itu diungkapkan Gayus terkait adanya hakim dan panitera pengganti Pengadilan Negeri Bengkulu yang kembali terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Mantan anggota DPR ini berharap Presiden Joko Widodo memimpin pembenahan dunia peradilan karena saat ini sudah dapat dikategorikan sebagai keadaan darurat peradilan Indonesia. (SW)

BACA Juga:
Sudah Jajal Ngomong dengan Google Pakai Bahasa Daerah?

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here