Beranda Sejarah Teka-Teki Kematian Patih Gajah Mada yang Misterius

Teka-Teki Kematian Patih Gajah Mada yang Misterius

BAGIKAN
Teka-Teki Kematian Patih Gajah Mada yang Misterius
Foto: Otonomi

Cirebontrust.com – Setelah nama Gaj Ahmada cukup viral di media sosial yang konon disebut-sebut sebagai nama Islam Gajah Mada, banyak pemberitaan seputar Mahapatih Kerajaan Majapahit tersebut yang belum begitu diketahui.

Dilansir dari laman Otonomi.co.id, Senin (19/6/2017), seperti kematian Mahapatih Kerajaan Majapahit Gajah Mada masih menjadi misteri. Disebutkan dalam kitab Kakawin Nagarakretagama, sekembalinya Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di Simping, dia menjumpai Gajah Mada telah sakit.

Dalam kitab tersebut, Gajah Mada disebutkan meninggal dunia pada 1286 Saka atau sekitar 1364 Masehi.

Setelah Mahapatih Gajah Mada meninggal, Raja Hayam Wuruk mengadakan sidang Dewan Sapta Prabu untuk mencari pengganti Gajah Mada. Namun tidak ada satu pun yang sanggup menggantikan Patih Gajah Mada.

Raja Hayam Wuruk kemudian memilih empat Mahamantri Agung di bawah pimpinan Punala Tanding untuk selanjutnya membantunya dalam menyelenggarakan segala urusan negara. Namun hal itu tidak berlangsung lama.

Selanjutnya empat Mahamantri Agung itu digantikan oleh dua orang menteri, yaitu Gajah Enggon dan Gajah Manguri. Akhirnya, Hayam Wuruk memutuskan untuk mengangkat Gajah Enggon sebagai Patih Mangkubumi menggantikan posisi Gajah Mada.

Namun, dalam versi lain menyebutkan bahwa Gajah Mada moksa atau menghilang. Hal ini seperti yang tertulis dalam Kidung Sunda Pupuh ketiga atau Sinom.

Dalam Pupuh ke tiga tersebut dijelaskan bahwa Prabu Hayam Wuruk merasa cemas setelah menyaksikan peperangan Bubat antara pasukan Majapahit yang dipimpin Gajah Mada dengan pasukan Kerajaan Sunda.

Hayam Wuruk kemudian menuju ke pesanggaran Putri Sunda. Tetapi Putri Sunda ditemukan tewas. Maka Prabu Hayam Wuruk pun meratapinya karena ingin dipersatukan dengan wanita idamannya itu.

Menurut sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr Aminuddin Kasdi, meskipun Gajah Mada punya jasa besar dalam Kerajaan Majapahit, namun dia tetap seorang kawulo (rakyat). Di mana pada masa itu, hanya raja saja yang kematian dan kisah hidupnya diabadikan dalam bentuk candi atau lainnya. (SW)

BACA Juga:
Pilwu Serentak, Satu Calon Kuwu Meninggal Dunia

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here