Beranda Imigrasi Tipora Razia WNA di Sejumlah Pabrik Tekstil dan Garmen Majalengka

Tipora Razia WNA di Sejumlah Pabrik Tekstil dan Garmen Majalengka

BAGIKAN
berita majalengka, imigrasi

MAJALENGKA (CT) – Tim pengawasan orang asing (Tipora) di Majalengka yang terdiri dari Kejaksaan, Kepolisian, Dinsosnakertrans bersama Kantor Imigrasi Cirebon berhasil mengamankan sejumlah warga negara asing (WNA) di beberapa pabrik tekstil dan garmen yang ada di Majalengka, Rabu (10/06).

Diantara perusahaan yang didatangi yakni PT Sing Wealth di kawasan Ligung. Di PT Sing Wealth, petugas mendapati seorang WNA bernama Sun Yu Dong berkewarganegaraan Tiongkok tengah berkunjung ke pabrik tersebut, saat diminta menunjukkan paspornya, ijin visa yang dimilikinya adalah izin kunjungan, bukan izin bekerja. Petugas sempat kesulitan berkomunikasi dengan WNA tersebut karena tidak bisa bahasa inggris.

Namun, setelah bernegosiasi dengan penerjemahnya, kunjungan WNA itu ke lokasi pabrik hanya singgah sebentar menemui kerabatnya, dan berencana langsung pulang ke negeri asalnya sore ini juga. Penerjamahnya pun menunjukkan bukti tiket kereta api untuk WNA tersebut menuju Jakarta untuk kemudian langsung ke airport, sehingga petugas melepaskan WNA tersebut.

Selanjutnya, di lokasi belakang Pabrik, petugas kembali mendapati WNA bernama Wang Ya Bin yang juga berkewarnanegaraan Tiongkok. Dia diamankan saat tertangkap tangan sedang mengelas di bagian belakang pabrik. Petugas kemudian memintanya menunjukkan paspor miliknya.

Lagi-lagi, paspor yang dimiliki WNA tersebut hanya memiliki izin berupa visa kunjungan. Namun, setelah dia justru kepergok sedang bekerja di pabrik tekstil yang sedang dalam tahapan pengerjaan tersebut. Sehingga, WNA tiongkok itu kemudian digelandang petugas ke kantor Imigrasi Cirebon untuk diproses lebih lanjut.

Kasubsi pengawasan kantor Imigrasi klas II Cirebon Ben Yuda Karubaba menyebutkan, para WNA tiongkok tersebut diamankan lantaran setelah dilihat dokumen-dokumennya, tidak bisa menunjukkan bahwa dia itu memiliki kewenangan untuk bekerja di Indonesia.

BACA Juga:
PT Cirebon Power Berikan Penghargaan kepada Sejumlah Pelajar Berprestasi

Sebab, WNA tersebut hanya mengantongi paspor dan visa B211 yang artinya visa tersebut hanya dapat digunakan untuk berkunjung, tidak boleh bekerja. Bahkan, setelah dikonfimrasi kepada HRD setempat, kata Ben, WNA tersebut memang benar dipekerjakan sebagai teknisi persiapan pemasangan mesin di lokasi pabrik.

Mengenai penindakan terhadap WNA yang menyalahgunakan visa kunjungan ini, Ben mengaku pihaknya akan menyelidikinya terlebih dahulu dengan diproses berita acara pemeriksaan di kantor Imigrsai Cirebon. Selanjutnya, setelah disimpulkan kesalahannya apa, maka bisa saja WNA itu dideportasi ke negaranya.

“Kewenangan kami berdasarkan UU no 6 tahun 2011, proses hukum kepada WNA yang menyalahgunakan visa kunjungan itu bisa langsung dideportasi ke negaranya. Atau, kalau terbukti melakukan tindak pidana lain, itu ada pro justicia, yang artinya dia dijatuhi hukum secara pidana sesuai jenis kesalahan pidana yang dilakukannya,” ucapnya. (Abduh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here